Rabu, 04 November 2015

First Part

" Ari, terimakasih ya telah mau menjadi temenku. "
Ujar Hani.
Aku hanya bisa mengangguk sembari melihat lambaian tangan dan siluet badannya yang perlahan hilang dari pelupuk mata. Sudah hampir setahun lamanya aku menjadi 'teman' Hani. Semuanya berawal dari hari itu, ketika aku sedang berlari ke arah kantin dan disanalah aku bertemu dengan Hani. Tak sengaja ketika aku akan mengambil makanan kesukaanku (serundeng) yang hanya tinggap satu, tanganku bersentuhan dengan tangannya. Aku segera melepaskan tanganku dari makanan itu dan segera mencari makanab lainnya.

Setelah membayar, Hani bertanya kepadaku
"Kamu juga suka serundeng ya? Hehehe"
" Ah.. i ..iya soalnya aku, suka kacangnya hahaha "
Hani hanya tersenyum kemudian dia memperkenalkan dirinya.
" Namaku Hani, dari kelas 2 IPA A, kalau boleh tau nama kamu siapa? "
" Ari,  aku dari IPS B kita satu angkatan. "
" Oke, salam kenal ya. Oh iya aku mau ke kelas dulu ya ada yang mau diambil.. Dah..," kata Hani sembari melambaikan tangannya kepadaku

Semenjak itu aku mulai dekat dengan Hani. Kmai sering berbincang-bincang mulai dari hal yang serius sampai hal yang konyol. Singkat cerita aku pun jatuh hati kepada Hani, tapi sayangnya ada tiga hal yang membuat aku tidak berani menyatakan perasaanku pada Hani
1. Aku tak percaya diri dengan penampilanku, Apalagi aku juga sering diejek temanku karena penampilanku yang lusuh dan juga seperti kutubuku.
2. Aku tak ingin hubungan ini rusak setelah aku menyatakan perasaanku kepadanya
3. Dia sudah mempunyai pacar, poin ini adalah alasan terkuat kenapa aku tidak berani untuk menyatakan perasaanku kepadanya.

Dan lagi Hani adalah idola di sekolah karena dia ikut ekskul menyanyi kontradiksi sekali dengan aku yang hanya seorang pemain cadangan basket disekolahku. Sebenarnya aku sendiri juga heran kenapa Hani mau berteman dengan orang sepertiku. Apa mungkin hanya karena kita mempunyai selera jajanan makananan yang sama atau mungkin ada alasan lain kenapa dia mau mendekati aku. Tapi pemikiran tersebut aku buang jauh-jauh agr aku selalu bisa berfikir ppsitif terhadap Hani.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar